Archive for the ‘Khotbah’ Category

“Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.” (Kis 24:16)

Setiap orang pasti ingin menjadi orang yang sukses dan berhasil maka kunci utamanya adalah dari hati. Apa yang dimaksud dengan hati nurani? Hati nurani adalah suara dari dalam hati atau batin kita yang berfungsi sebagai hakim dan wasit, yang akan menuduh jika kita melakukan hal yang salah oleh karena itu akan membuat kita merasa salah, merasa tidak nyaman, gelisah tapi ia juga akan memberi damai sejahtera jika kita melakukan hal yang benar.

“Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.” (Roma 2:14-15)

Kalau hati nurani kita murni maka kita akan peka terhadap suara hati nurani. Hati nurani itu ibarat GPS. GPS adalah alat penunjuk jalan dikala kita tersesat. Hati nurani kita pun demikian, hati nurani adalah alat penuntun kita kejalan yang benar agar tidak menyimpang kekanan maupun kekiri. Ketika kita berbuat salah maka hati nurani kita akan terus menuduh kita. Hati nurani yang diabaikan dapat membuat hati nurani kita menjadi tumpul atau bahkan mati, sehingga suara hati tidak dapat menuntun kita kembali.

Tiga hal yang dapat menyebabkan hati nurani kita menjadi kotor :

1. Membenarkan Diri Sendiri

Jika kita melakukan kesalahan maka hati nurani kita akan mendakwa kita. Namun kita bisa menipu hati nurani kita. Ketika hati nurani kita berkata bahwa kita salah, kita tidak mengabaikannya dan merasa bahwa kita melakukan hal yang benar. Waspadalah, karena hati nurani yang terus dibohongi dapat membuat hati nurani kita menjadi tumpul bahkan mati. Kalau hati nurani kita sudah mati, maka ketika kita melakukan dosa, maka hati nurani tidak dapat berkata-kata lagi, sehingga kesalahan yang kita buat jadi dibenarkan.

2. Mengabaikan Suara Hati Nurani

Kalau kita abaikan alarm suara yang berbicara dari hati nurani kita, maka suara itu akan mati dengan sendiri. Sama seperti alarm seatbelt mobil, jika pengemudi tidak mengenakan seatbelt, maka alarm akan terus berbunyi. Namun alarm seatbelt pun akan mati dengan sendirinya jika terus diabaikan oleh pengemudinya. Responi alarm dari suara hati kita dan jangan diabaikan agar hati nurani itu tidak mati. Jagalah hati kita, karena Roh Kudus sering kali berbicara melalui hati nurani kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga hati nurani kita supaya tetap murni agar Roh Kudus dapat terus berbicara dalam hati kita. Semakin murni hati kita akan semakin jelas Roh Kudus yang berbicara dalam hati kita. Kalau kita berbuat salah, mintalah pengampunan dosa kepada Tuhan, karena Dia setia dan adil dan akan mengampuni dosa-dosa kita. Jangan abaikan suara hati nurani kita yang menegur kita.

3. Hidup Dalam Kepura-Puraan (Kemunafikan)

Ketika kita hidup dalam kepura-puraan maka sesungguhnya kita sedang membohongi hati nurani kita. Kita sering berkata yang manis kepada orang padahal hati kita sedang benci dan dengki dengan orang tersebut. Kita harus hidup jujur seorang dengan yang lain. Bukan kita menjadi orang yang serba bicara apa adanya, tapi kita harus melakukan segala sesuatu dengan kasih Tuhan.

“Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus.” (Roma 9:1)

Bagaimana menjaga hati nurani kita murni :

1. Mengaku Dosa

Jika kita melakukan dosa, maka kita harus mengaku dihadapan Tuhan. Responi suara hati kita, jika hati nurani kita menyatakan kesalahan-kesalahan kita.

2. Mengisi Hati Nurani Kita Dengan Firman Tuhan

Kita harus hidup senantiasa seturut firman Tuhan. Firman Tuhan harus menjadi patokan dan tuntunan dalam hidup kita agar kita tidak menyimpang dari jalan-jalan Tuhan.

3. Menuruti Tuntunan Roh Kudus Dalam Hati Nurani

Jangan pernah melawan suara hati nurani kita, karena Roh Kudus berbicara dalam hati nurani kita. Ia memberikan tuntunannya melalui hati nurani kita.

Hati nurani kita adalah sebuah sarana untuk Roh Kudus berkata-kata tentang jalan-jalan kehidupan yang harus kita tempuh. Oleh karena itu, hendaklah kita senantiasa menjaga kemurnian hati kita agar kita hidup berkenan dihadapan Tuhan. Amin…

“TUHAN YESUS MEMBERKATI”

Oleh: Pdt. Agus Lutan
Advertisements

Dua belas tahun yang lalu saya mengalami suatu pengalaman yaitu saya dibawa ke neraka. Secara sadar saya melihat pembantaian yang luar biasa yang terjadi di dalam neraka. Saya mengalami stress yang berat ketika menerima penglihatan karena harus menyampaikan hal ini kepada banyak orang. Dua belas tahun tertekan karena begitu banyak orang yang terlewat dan masuk ke neraka tanpa mendengar kesaksian ini, namun sekarang hal itu telah terbayar karena sudah ribuan orang yang bertobat dan diselamatkan melalui kesaksian ini. Mengapa saya yang dikirim Tuhan ke neraka? Karena hanya orang hidup yang dapat memberitakan Injil, orang mati tidak mungkin akan menyampaikan Injil Allah kepada orang hidup. Untuk menyampaikan kepada semua orang yang masih hidup bahwa neraka sungguh ada dan semua orang yang mendengar bertobat.

“Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka. Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi. Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia? Sebab kita mengenal Dia yang berkata: “Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.” Dan lagi: “Tuhan akan menghakimi umat-Nya.” Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.” (Ibr 10:26-31)

Pengalaman dibawa kedalam neraka membuat saya sadar , bahwa Injil Kerajaan Allah harus diberitakan, sungguh berharga satu nyawa dihadapan Tuhan. Tidak ada kata yang tepat yang dapat menggambarkan bagaimana keadaan yang ada di neraka. Apa saja yang saya lihat dineraka :

  1. Ada sebuah gerbang tinggi besar yang bertuliskan tulisan-tulisan roh yang artinya “Lembah Penyiksaan”.
  2. Suasana keputusasaan.
  3. Jiwa-jiwa yang terhilang yang begitu banyak jumlahnya.
  4. Seorang wanita yang dikelilingi oleh roh-roh jahat, yang terus diintimidasi oleh roh-roh jahat itu menurut bahasa mereka yaitu, “ayo berdusta, ayo berdusta”. Wanita itu terus dipaksa untuk mendustai Tuhan. “Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.” (Mat 5:29-30)
  5. Seorang pria yang badannya sudah meleleh, tidak bisa mati, dan mendekati lautan api. Orang yang sedikit saja mendekati lautan api tubuhnya pasti meleleh. roh-roh jahat meneriakkan “masturbasi, masturbasi”. Setiap orang yang masturbasi mengeluarkan seperti ulat-ulat dari seluruh lubang ditubuh dan kemaluannya.
  6. Orang yang mati karena saling membenci, mereka hidup saling memakan satu dengan yang lain. Mereka disebut “pembunuh” dan di neraka mereka saling membunuh.

“Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.” (Way 20:11-15)

Maut adalah orang yang mati didalam dosanya, jiwa-jiwa yang tidak menemukan pertobatannya. Gerbang neraka itu menarik semua jiwa yang sudah tidak menemukan pertobatannya. Kerajaan maut adalah tempat penyimpanan orang-orang yang hidupnya tidak didalam Tuhan. Lautan api adalah tempat terakhir untuk setan-setan dan semua orang yang tidak hidup dalam Tuhan setelah Tuhan Yesus datang kedua kalinya, perapian yang tidak akan padam sampai selama-lamanya.

Fokus kita adalah firman Allah dan bukan kepada neraka. Kita harus fokus kepada keselamatan kita didalam Tuhan. “Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” (Kis 2:38) Hal utama yang harus kita lakukan untuk memperoleh hidup yang kekal dan tidak turut masuk dalam kematian yang kekal adalah bertobat dan berbalik dari setiap kejahatan kita. Amin…

“TUHAN YESUS MEMBERKATI”

khotbah lain dari : Ps. Phillip Mantofa

“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.” (I Pet 4:7-8)

Alkitab sudah menubuatkan bahwa hari-hari terakhir akan datang masa yang sangat sukar dan kesudahan segala sesuatu semakin dekat. Kita tidak dapat mengubah apa yang ada diluar kita tapi kita dapat mengubah cara pandang kita dalam menghadapi krisis.

Dalam menghadapi hari-hari terakhir maka orang percaya harus memiliki prinsip, yaitu :

1. Menguasai Diri

“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.” (Ams 16:32)

Tuhan Yesus mengalami stress yang paling tinggi adalah ketika Ia berada di taman Getsemani, apa yang membuat Yesus begitu stress dan takut ? Karena sisi kemanusiaanNya yang muncul ketika Ia harus menebus dosa manusia. Terjadi pertempuran yang hebat antara keinginan PribadiNya dan kehendak Bapa yang disorga. Untuk menang diakhir zaman maka kita harus melawan setiap keinginan daging menuju kepada kehendak Bapa melalui firmanNya. Mengapa kita harus menguasai diri ? Karena ini adalah medan pertempuran kita yang sesungguhnya. Ibadah yang sejati adalah mempersembahkan tubuh yang utuh kepada Tuhan.

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” (Roma 12:1).

Bagaimana kunci untuk memberikan persembahan yang benar?

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Rom 12:2)

Perubahan dalam bahasa asli “Metanoia” yaitu perubahan pola pikir. Ibadah yang sejati adalah mempersembahkan tubuh dengan pikiran yang selaras dengan pikiran Kristus. Ada harga yang harus dibayar untuk sebuah prinsip yang kita ambil dalam hidup ini.

“Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.” (I Tim 6:6).

Rasa cukup adalah sebuah karakter, orang yang diberkati rasa cukup adalah pilihan.

2. Rasa Aman

“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” (I Pet 4:7)

Rasa aman kita hendaklah ditaruh dalam pengharapan kita kepada Tuhan Yesus.

“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” (Ibr 12:2).

Tanda orang yang menaruh rasa amannya pada hal-hal yang fana adalah ketika hal itu hilang maka kita akan terguncang, tapi ketika kita menaruh rasa aman kita pada Tuhan maka Ia akan senantiasa menolong kita. Tuhan Yesus memiliki kasih dan kuasa dan mampu dan mau untuk menolong kita.

3. Bergantung Pada Tuhan

“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” (I Pet 4:7).

Tanda orang yang hidup didaerah bertuan adalah rang yang tunduk kepada tuannya. Doa adalah tanda adanya ketergantungan kita kepada Tuhan. Doa menyatakan bahwa seseorang itu memiliki Tuhan dan hidupnya tidak liar. Doa menyatakan kebutuhan kita untuk melekat kepada Tuhan. Waktu untuk kita paling jujur kepada Tuhan adalah waktu kita berdoa dan menyatakan isi hati kita pada Tuhan.

Menghadapi akhir zaman yang semakin sukar, Tuhan ingin agar setiap orang percaya memiliki sikap hidup yang benar dihadapan Tuhan. Sikap hidup yang memiliki prinsip untuk menguasai diri, memberikan rasa aman kepada Tuhan dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Amin…

“TUHAN YESUS MEMBERKATI”

khotbah lain dari : Pdt. Rubin Ong

Pdt. Drs. Budi Sastradiputra

4 February 2007

Ada rencana Tuhan di balik setiap kejadian :

  1. Tuhan ingin manusia merendahkan diri dihadapanNya (II Tawarikh 7:13-14).
  2. Tuhan ingin agar kita tidak melekat kepada harta benda.
  3. Tuhan mau menumbuhkan belas kasih or kepedulian antar sesama.
  4. Kita diberi kesempatan untuk menyatakan kasih Kristus.
  5. Untuk menguji iman kita, apakah kita mau tetap setia.
  6. Untuk melatih iman kita dalam peperangan rohani.
  7. Wadah or sarana untuk kita juga diberkati Tuhan.
  8. Proses jawaban Tuhan atas doa-doa kita.

Bagaimana sikap kita saat menghadapi masalah :

  1. Jangan Takut. Iblis berusaha untuk membuat semua manusia takut, tetapi bagian kita adalah jangan takut, karena Roh Tuhan diberikan kepada kita. Roh Tuhan yang menyertai kita lebih besar dari segala sesuatu yang ada di dalam dunia ini.
  2. Tetap Dalam Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah perlindungan bagi kita. Bertindaklah hati-hati, sesuai apa yang tertulis di dalam Firman Tuhan.
  3. Gunakan Kuasa yang Diberikan Tuhan Kepada Kita. Kuasa yang diberikan kepada kita adalah nama dan darah Yesus (Wahyu 12:11). Itulah yang menjadi perlindungan yang kuat bagi kita. Perkataan kita juga adalah perkataan yang berkuasa (Wahyu 12:11). Pujian dan peyembahan mempunyai kuasa. Pujian dan penyembahan adalah tudung yang melindungi kita. Kasih juga merupakan kuasa. Doa adalah kuasa (Yakobus 5:6b).

Hal yang menyebabkan janji Tuhan belum digenapi di dalam hidup kita :

  1. Kita memegang janji Tuhan secara sebagian. (Yohanes 15:7; Ulangan 28:12-14; Matius 6:7-8.) Ada bagian yang harus kita lakukan.
  2. Salah menerapkan Firman Tuhan. (Mazmur1:1-3; Mazmur 127:2) Renungkan Firman Tuhan siang dan malam.
  3. Tidak sabar dalam menanti penggenapan Firman Tuhan. Seringkali kita berhenti sebelum janji Tuhan digenapi, sebagai contoh Abraham. Penggenapan Firman Tuhan terjadi setelah 25 tahun di dalam hidupnya. Kita harus sabar dan mempunyai prinsip. PUSH (Pray Until Something Happens). Antara janji dan penggenapan Tuhan ada waktu yang tidak kita tahu kapan digenapi
  4. Tidak mengerti proses Tuhan. Untuk menjawab doa kita, Tuhan melakukan proses. Seringkali kita tidak mengerti, sehingga kita melihat hal yang tidak sama dengan yang kita harapkan. Lihatlah pada akhirnya, karena yang dari Tuhan pasti berujung baik, meskipun dalam perjalanannya tidak mulus.
  5. Apa yang kita minta dengan yang Tuhan kabulkan berbeda.
  6. Tidak mengerti bahwa ada sabotase iblis di balik hal yang Tuhan janjikan kepada kita, jika janji Tuhan tidak digenapi di dalam hidup kita, periksalah, mungkin saja iblis menyabotase hal yang Tuhan janjikan kepada kita. Jangan salah berperang karena peperangan kita bukan melawan darah dan daging.
  7. Kita tidak berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita. (Ibrani 10:23). Pegang dengan teguh dan ucapkan hal-hal yang menjadi janji Tuhan bagi kita.