Archive for the ‘Khotbah’ Category

2015 TAHUN PELIPATGANDAAN MUJIZAT

  • TAHUN PELIPATGANDAAN MUJIZAT
    1. Efesus 3:20 Yesus yang melakukan pelipatgandaan mujizat dalam hal: Anugerah, pengurapan, perkenanan, kasih, sukacita, damai sejahtera, kesehatan, kesembuhan, dan kekayaan secara materi
    2. Kisah Rasul 2:19-20 Goncangan akan datang berlipat-lipat ganda, tetapi Tuhan akan melindungi umat-Nya seperti dalam Wahyu 3:10.
  • 2 HAL HARUS DIPERHATIKAN DI TAHUN 5775 (AYIN HEY) TAHUN DOUBLE SABBAT (SABAT GANDA)
    • Kita harus beristirahat/masuk perhentian: banyak masuk dalam hadirat Tuhan dan perhatikan perkara-perkara yang di atas, bukan yang di bawah
    • Berharap hanya kepada Tuhan: Percaya, menyerah kepada Tuhan, dan banyak mengucap syukur.

BERJAGA-JAGALAH MENJELANG KEDATANGAN TUHAN YESUS KALI YANG KEDUA; DAN LEBIH BERSUNGGUH-SUNGGUH DALAM MEMASUKI TAHUN 2015

Advertisements

“TAHUN DIBUKA-NYA PINTU MUJIZAT”

Tahun 2014 sudah didepan kita, kini saatnya untuk kita merenungkan semua kebaikan, pertolongan, pemulihan, next level yang sudah Tuhan buat dalam hidup kita sepanjang tahun 2013. Akhiri tahun 2013 dengan banyak bersyukur, memuji menyembah Tuhan dan berdoa untuk mempersiapkan kita menyongsong tahun yang baru tahun 2014 Tahun “dibukaNYA pintu-pintu mujizat”. Hal yang luar biasa ini berkaitan dengan penanggalan Israel Ayin Daleth 5774, di mana Daleth memiliki beberapa arti antara lain orang yang miskin dihadapan Tuhan, telinga, pintu yang dibuka dan saksi Tuhan.

Tahun “dibukaNya pintu-pintu mujizat” adalah tahun di mana Tuhan sendiri yang akan membuka pintu-pintu mujizat bagi kita yang memiliki sikap rendah hati seperti orang yang miskin dihadapan Tuhan, telinga yang mendengar tuntunanNya dan melakukan tepat seperti yang Tuhan katakan. Banyak pintu antara lain pintu pemulihan, pintu kesembuhan, pintu keselamatan, pintu pertobatan, pintu berkat jasmani, pintu berkat rohani, dan pintu-pintu yang selama ini tertutup akan Tuhan buka.

Orang yang rendah hati merupakan kunci untuk alami pintu-pintu yang dibuka Tuhan. Mat 5:3  “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga”.  Hanya orang yang rendah hati yang dapat memiliki sikap miskin di hadapan Tuhan, merasa tidak mampu, tidak ada apa-apanya, tidak punya pengalaman apapun.   1Petrus 5:5  Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”  Sesungguhnya Tuhan menentang orang yang congkak, sombong, arogan, tinggi hati tetapi mengasihani orang yang tendah hati.

Ciri-ciri orang rendah hati adalah sebagai berikut: mau melayani, memandang setiap individu itu unik, istimewa dan penting, mau mendengar dan menerima kritik, mau mengalah demi kebaikan, berani mengaku salah dan minta maaf, pemaaf, lemah lembut dan penuh pengendalian diri, mengutamakan kepentingan yang lebih besar . Mari kita evaluasi diri kita, bagaimana sikap hati kita dalam meresponi sesuatu.  Hari-hari ini semua proses yang Tuhan ijinkan terjadi semata hanya untuk membuat kita jadi rendah hati, karena Tuhan mau kita dapat melalui pintu-pintu mujizat yang sudah Dia buka.

Tuhan Yesus memberikan teladan kerendahan hati, sebagai saksiNya kita di Ayin Daleth juga wajib hidup seperti Tuhan Yesus 1Yohanes 2:6  “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup”. Teladan kerendahan hati Tuhan Yesus dapat dilihat di Filipi 2:5-8 “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Langkah untuk menjadi rendah hati dari Filipi 2:5-7 adalah:

1.     Memiliki pikiran dan perasaan Kristus (ay 5)

Untuk dapat memiliki pikiran dan perasaan Kristus, kita harus bergaul intim dengan Tuhan dan membaca FirmanNya, banyak bersekutu dengan mendengar suaraNya, setiap saat bercakap-cakap menanyakan apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita. Waktu kita bangun pagi Yes 50:4 untuk bersaat teduh maka Tuhan akan mempertajam pendengaran kita sehingga kita dapat lebih lagi menangkap isi hatiNya.

2.     Tidak mempertahankan hak (ay 6)

Setiap orang diberikan hak dan kewajiban dalam segala aspek kehidupan kita, jika kita mau belajar untuk rendah hati, mari kita tidak mempertahankan hak kita tapi lebih mengutamakan tanggungjawab untuk melakukan kewajiban-kewajiban yang harus kita lakukan. Kita percaya maka reward akan Tuhan berikan bagi orang yang sungguh-sungguh berkenan padaNya.

3.     Mengosongkan diri (ay 7) 

Merupakan sikap yang tidak menganggap diri kita ‘somebody’ tapi lebih memiliki sikap diri kita tidak ada apa-apanya, pengetahuan-pengalaman-gelar-jabatan-kesuksesan apapun, semua yang dapat kita lakukan, kita raih dalam hidup ini semata hanya karena kasih karunia, kemampuan dan anugrah Tuhan. Hal ini akan membuat kita terus rendah  hati, karena hanya DIAlah yang membuat itu ada dalam kehidupan kita.

4.     Menjadi hamba yang taat (ay 8)

Sikap hamba, doulos: budak yang ditebus oleh Tuhan, harus menjadi karakter kita. Kalau kita mengerti bahwa kita adalah hamba, maka kita akan membangun kehidupan untuk taat pada TUAN kita. Kita tidak punya kehendak semau kita lagi, karena kita seorang hamba, yang ada hanyalah ketaatan karena hidup kita bukan milik kita lagi.

Berkat bagi orang yang rendah hati di Tahun “DibukaNya Pintu-pintu Mujizat” maka  akan melihat, mengalami dan menerima mujizat yang luar biasa karena pintu-pintunya sudah dibuka oleh Tuhan.

“TUHAN YESUS BERKATI”

(http://www.hmministry.com)

The Next Level

“Demikianlah Yusuf menimbun gandum seperti pasir di laut, sangat banyak, sehingga orang berhenti menghitungnya, karena memang tidak terhitung.” (Kej 41:49)

Yusuf diproses oleh Tuhan selama 13 tahun sejak ia berusia 17 tahun sampai usia 30 tahun, dan akhirnya ia menjadi orang nomor dua di Mesir. Selama 13 tahun ia bertahan dalam proses karena ia memegang janji Tuhan yang ia terima melalui sebuah mimpi dan Yusuf mengalami naik ke level yang lebih tinggi. Mengapa Yusuf bisa naik ke level yang lebih tinggi?

Syarat untuk naik ke level yang lebih tinggi :

1. Dipenuhi Dengan Roh Kudus

“Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: “Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?” (Kej 41:38)

“Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” (Kis 2:38)

Tiga tahapan penting orang percaya : Bertobat (menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru S’lamat pribadi), Dibaptis (bapto/baptiso : selam), Menerima karunia Roh Kudus (harus lewat baptisan Roh kudus).

“Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.” (1 Kor 12:7-10)

Setiap orang dikarunia penyataan Roh yang berbeda-beda sesuai dengan yang dikaruniakan kepadanya. Tanda orang yang penuh dengan Roh Kudus tidaklah mutlak berbahasa Roh karena berbahasa Roh adalah karunia Roh. Tanda orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah hidup tertib dan dipimpin oleh Tuhan.

2. Berakal Budi dan Bijaksana

“Kata Firaun kepada Yusuf: “Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau.” (Kej 41:39)

Orang yang sukses adalah orang yang menggunakan kerjasama antara hati dan pikiran. Ilmu pengetahuan tanpa iman adalah buta dan iman tanpa ilmu pengetahuan adalah lumpuh.

3. Pekerja Keras, Pantang Menyerah dan Menyelesaikan Tugasnya Dengan Baik

“Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah Mesir.” (Kej 41:46)

Orang yang naik ke level yang lebih tinggi adalah orang yang mau bekerja lebih, memberikan yang terbaik dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan. Jangan pernah katakan “Tuhan, aku punya masalah yang besar” tapi “masalah, aku punya Tuhan yang besar”.

4. Miliki Mental Manasye (Jalan menatap kedepan dan lupakan masa lalu)

“Yusuf memberi nama Manasye kepada anak sulungnya itu, sebab katanya: “Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku.”” (Kej 41:51)

Masa lalu bisa menjadi penghalang keberhasilan kita dimasa yang akan datang dan menjadi pengikat sehingga kita tidak bisa berlari menuju garis finish hidup kita. Oleh karena itu, lupakan segala yang tidak baik dari masa lalu kita dan tatap masa depan yang Tuhan sediakan.

5. Miliki Iman Efraim (Ditengah masa sukar, aku justru diberkati)

“Dan kepada anaknya yang kedua diberinya nama Efraim, sebab katanya: “Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku.” (Kej 41:52)

“And the name of the second called he Ephraim: For God hath caused me to be fruitful in the land of my affliction.” (Genesis 41:52) (KJV)

“TUHAN YESUS MEMBERKATI” 

Pdt. Andi Panggabean, MA. D-Min.

“Doa Musa, abdi Allah. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun. Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah. Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: “Kembalilah, hai anak-anak manusia!” Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam. Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh, di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu. Sungguh, kami habis lenyap karena murka-Mu, dan karena kehangatan amarah-Mu kami terkejut. Engkau menaruh kesalahan kami di hadapan-Mu, dan dosa kami yang tersembunyi dalam cahaya wajah-Mu. Sungguh, segala hari kami berlalu karena gemas-Mu, kami menghabiskan tahun-tahun kami seperti keluh. Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu? Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Kembalilah, ya TUHAN–berapa lama lagi? –dan sayangilah hamba-hamba-Mu! Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami. Buatlah kami bersukacita seimbang dengan hari-hari Engkau menindas kami, seimbang dengan tahun-tahun kami mengalami celaka. Biarlah kelihatan kepada hamba-hamba-Mu perbuatan-Mu, dan semarak-Mu kepada anak-anak mereka. Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.” (Maz. 90:1-17).

Hal yang harus dipahami agar iman kita dapat terus bertumbuh, yaitu:

1. Hidup Ini Penuh Pergumulan;

Hidup didunia ini selalu dipenuhi dengan masalah karena begitu banyak hal-hal yang terjadi yang harus dihadapi oleh anak-anak Tuhan. Kita tidak bisa mengeluh dengan semua pergumulan yang ada, kita harus mengerti bahwa kita harus menghadapi pergumulan yang ada. Setiap pergumulan adalah suatu proses dalam kehidupan kita.

2. Rohani Yang Bertumbuh Harus Ada Pengalaman Dengan Tuhan;

Orang menjadi percaya kepada Tuhan pasti karena ia memiliki pengalaman pribadi bertemu dengan Tuhan. Pengalaman rohani bersama Tuhan inilah yang membawa seseorang kepada kedewasaan rohani didalam Tuhan. Mengapa? Pengalaman penderitaan akan membuat kita semakin bergantung dengan Tuhan dan membuat kita semakin bertumbuh. Karena kita akan belajar bagaimana menghadapi semua pergumulan bersama dengan Tuhan. Pengalaman dengan Tuhan akan menentukan kualitas hidup kita karena jika kita berani menghadapi semua pergumulan maka kita menjadi orang yang kuat dan berpengetahuan akan Tuhan. Banyak orang yang tidak bertumbuh secara rohani sekalipun sudah banyak memiliki pengalaman karena orang itu tidak mampu melihat maksud Tuhan dibalik setiap pengalaman hidup dengan Tuhan.

3. Tuhan membentuk kita melalui pergumulan hidup;

Tuhan akan membentuk kita melalui hal-hal positif dan juga negatif, dalam arti Tuhan akan memberikan kita hal-hal yang mungkin menyakitkan atau dengan penderitaan. Yang penting adalah bagaimana respon kita dalam menghadapi pergumulan dalam kehidupan kita. Respon yang muncul dari setiap pergumulan pun bisa positif maupun negatif. Banyak anak-anak Tuhan yang menjadi manja secara rohani karena hidup dalam kenyamanan dan kenikmatan fasilitas hidup. Contoh: Musa yang pada 40 tahun pertama usianya hidup dalam kemegahan, kenyamanan, kelimpahan dalam istana Putri Firaun. Hal inilah yang membuat Musa memiliki kesombongan pribadi. Namun pada masa 40 tahun kedua, Musa harus hidup bersama mertuanya di padang Median hanya untuk menggembalakan kambing domba. Disini Tuhan ingin mengajarkan mengenai kerendahan hati kepada Musa. Saat Musa menanggapi dengan positif pergumulan hidup yang dihadapinya, Tuhan memakai Musa dengan luar biasa untuk memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Bahkan Musa menjadi orang yang memiliki kelembutan hati yang belum bisa ada penggantinya sampai saat ini.

Dalam kehidupan ini pasti kita akan menemui permasalahan, namun Tuhan ingin kita untuk selalu bergumul bersama Dia melalui pemahaman bahwa hidup ini penuh dengan pergumulan, Kerohanian kita akan bertumbuh dengan pengalaman bersama Tuhan dan Tuhan membentuk kita melalui pergumulan hidup. Amin…

“TUHAN YESUS MEMBERKATI”
Oleh : Pdt. Anthony Chang, M. Th

KESAKSIAN

Posted: 24 April 2012 in Kesaksian, Khotbah, Motivasi, Pertobatan, Renungan, Rohani
Tags:

Kesaksian Muhammad Soewito 1

Kesaksian Muhammad Soewito 2

Kesaksian Muhammad Soewito 3

Kesaksian Muhammad Soewito 4

Kesaksian Muhammad Soewito 5

Kesaksian Muhammad Soewito 6

Muslim Kesaksian Ibu Siti Hadidja

Kesaksian Daud Tony 1

Kesaksian Daud Tony 2

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

(Yohanes 14:6)

Penyembahan adalah ekspresi pengertian tentang nilai-Nya Tuhan dalam hidup kita. Penyembahan akan meruntuhkan tembok yang berupa kemarahan, kekakuan, kebosanan. Sorga tidak membutuhkan pengkhotbah, sorga butuh penyembahan. Penyembahan yang tidak pada tempat, akan bisa membawa dampak yang merusak, kalau kita menyembah uang, sex, berhala, membawa kita pada penyimpangan dari Tuhan.

“Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.“, Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.”Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.” Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” (Yoh.4:7-24)

Seorang bisa menyembah Tuhan karena mempunyai hubungan yang baik dengan Tuhan, penyembahan adalah bersifat personal, yaitu keintiman. Penyembahan dari kata “PROSKONEO” artinya kiss, yaitu cium. Ketika Tuhan Yesus ada percakapan antara perempuan Samaria, Yesus berkata kepada perempuan ini “Berilah Aku minum”.

Kekristenan tanpa pengalaman diubahkan, adalah kosong dan gagal, oleh karena itu pengalaman pribadi dengan Tuhan akan membuat kita mempunyai hubungan yang special, sebuah hubungan penyembahan yang indah. Penyembahan akan membuat kita menjadi terbuka kepada Tuhan. Penyembahan akan membuat kita mengenal Allah yang benar, karena penyembah-penyembah yang benar akan menyembah dalam Roh dan Kebenaran. Tuhan tidak mencari penyembahan, tetapi Tuhan mencari penyembah-penyembah. Penyembahan adalah aktivitas atau kegiatan, tetapi Penyembah adalah orang atau pribadinya, jadi jadilah Pribadi yang menyembah Tuhan. Menyembah yang benar buka diulang-ulang, sebagai contoh: adalah nabi baal ketika menyembah kepada baal, nabi-nabi itu berteriak-teriak, mengulang-mengulang, bahkan nabi-nabi baal itu sampai menorah-noreh sedluruh tubuhnya, supaya Tuhan perhatian atas mereka. Elia menyembah Allah dengan beda, yang dilakukan Elia hanya yang dikatakan sedikit, yaitu Tuhan hanya engkau saja mata dan hatiku tertuju. Hasilnya Allah berkenan dan Tuhan memberikan kemenangan.

Kenapa penyembahan dihubungkan dengan pelacur, karena penyembahan berhubungan dengan keintiman. Perempuan Samaria yang memiliki 5 suami atau dengan istilah pelacur, melakukan penyembahan yang sungguh-sungguh. Tuhan Yesus hanya katakan satu kata yang mengenai sasaran dan perubahan yang radikal, yaitu “dosamu sudah diampuni”. Pengampunan akan membawa perubahan dari neraka kekal kepada kehidupan sorga yang kekal.

“Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ: Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?”Maka mereka pun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.” (Yoh. 4: 28-30)

Dampak yang terjadi ketika mengalami pengampunan, aka nada penyembahan yang radikal, wanita Samaria ini, tampil dan membawa dampak bagi seluruh kota, berdampak bagi banyak orang. Perempuan Samaria ini pergi dan seluruh kota mendengar tentang siapa Yesus. Menurut riset dan penelitian bahwa Penginjil pertama wanita adalah pelacur ini, yaitu wanita Samaria. Pentingnya penyembahan, karena penyembahan itu menjadi lawan iblis, sehingga ketika ada penyembahan yang benar, iblis mencoba untuk mengacaukan, tetapi Allah yang akan menghardik iblis dan berkata “engkau harus menyembah Allah dalam Roh dan Kebenaran.”

“TUHAN YESUS MEMBERKATI”

 khotbah lain dari : Pdt. Chris Manusama

Melewati Titik Balik (Point No Of Return)

“Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.” (kej. 13: 14-15).

“Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” (Kej. 15:5).

Apa yang kamu lihat, atau impikan akan menentukan apa yang akan kitan dapatkan? Apa yang menjadi kerinduan kita menjadi kenyataan? Jadi kerinduan dan mimpi sebagai awal untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.” (II Tim 2: 4-6)

Prinsip kehidupan sehingga kita menjadi orang yang berhasil, sehingga apa yang kita impikan tergenapi. Ayat diatas adalah Surat yang ditulis oleh Rasul Paulus kepada anak didiknya Timotius. Tiga gambaran yang Paulus pakai, yaitu: seorang Prajurit, Olahragawan, Petani, menggambarkan kehidupan orang Kristen. Kesamaan yang ada dalam ketiga figur itu mereka mempunyai kegigihan dan komitmen yang sama, untuk memulai apa yang dilakukan dan menyelesaikan apa yang sedang di kerjakan. Banyak orang Kristen yang tidak mendapatkan apa yang menjadi janji Tuhan, karena mereka tidak dengan gigih dan komitmen melakukan apa yang menjadi janji Tuhan sampai finish, sehingga tidak mendapat apa-apa. Dalam melewati titik balik, adalah sebuah keputusan untuk melakukan dengan komitmen sehingga tidak bisa mundur, melainkan akan terus jalan sampai pada tujuan, tidak ada perubahan pikiran tetapi terus sampai pada tujuan.

Prinsip-prinsip kehidupan yang harus kita pegang dan hidupi supaya apa yang kita rindukan, impikan dan cita-citaka tergenapi, yaitu melalui:

1. KOMITMEN PADA TUHAN

Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak(Maz. 37:5)

Komitmen akan membedakan antara seorang pemimpin dan pengikut. Mimpi merupakan sesuatu yang dahsyat, apalagi mimpi itu berasal dari Tuhan. Seorang yang mempunyai mimpi harus memiliki komitmen untuk menyelesaikan sampai finish. Komitmen memberikan hasrat dan kerinduan, tetapi jika hanya sekedar kerinduan tidak akan mencapai pada hasil yang sempurna, karena kerinduan harus disertai dengan tindakan dan usaha yang sungguh-sungguh. Hasrat dan kerinduan hanya bersifat sementara dan akan hilang, karena itu perasaan, oleh karena itu perlu komitmen.

“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” (Ibrani 12:2).

Tuhan selalu komitmen setiap keputusan yang dibuat-Nya, termasuk ketika Tuhan akan menyerahkan anak-Nya dalam Nama Tuhan Yesus untuk menebus dosa umat manusia.

2. KOMITMEN MENGUBAHKAN KERINDUAN MENJADI KEINGINAN

“Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” (Lukas 9: 57-58)

Komitmen memberikan hasrat dan kerinduan, tetapi jika hanya sekedar kerinduan tidak akan mencapai pada hasil yang sempurna, karena kerinduan harus disertai dengan tindakan dan usaha yang sungguh-sungguh. Hasrat dan kerinduan hanya bersifat sementara dan akan hilang, karena itu perasaan, oleh karena itu perlu komitmen. Tuhan Yesus memberikan pengajaran bahwa ketika kita mengikut Yesus, harus berani ambil keputusan sebagai komitmen. Janji menimbulkan pengharapan, tetapi komitmen akan menimbulkan kepercayaan. Orang yang komitmen tidak banyak alasan tetapi akan menyelesaikan setiap tugas dengan baik.

3. KOMITMEN AKAN MENYELESAIKAN SEGALA SESUATU

Semangat bisa membuat kita masuk dalam pernikahan, komitmen yang bisa membesarkan anak, semangat bisa membuka gereja, hanya komitmen yang bisa membuat jemaat dan gereja digembalakan. Semangat bisa membuat kita masuk kuliah, dan hanya komitmen yang membuat kita bisa menyelesaikan kuliah itu.

Perbaharui komitmenmu kepada Tuhan, maka kita akan mengalami pemulihan baik dalam pernikahan, pekerjaan, pelayanan dan segala aspek kehidupan kita, Karena Komitmen kepada Tuhan akan mengubah dan memperbaharui kehidupan kita. Lewati Titik Balik kehidupanmu dengan kembali berkomitmen kepada Tuhan, maka kita akan mendapat perkenananNya. Amin…

“TUHAN YESUS MEMBERKATI”

khotbah lain dari : Ps. Jose Carol