Melewati Titik Balik (Point No Of Return)

Posted: 17 April 2012 in Khotbah, Motivasi, Renungan, Rohani
Tags: , , , , ,

Melewati Titik Balik (Point No Of Return)

“Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.” (kej. 13: 14-15).

“Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” (Kej. 15:5).

Apa yang kamu lihat, atau impikan akan menentukan apa yang akan kitan dapatkan? Apa yang menjadi kerinduan kita menjadi kenyataan? Jadi kerinduan dan mimpi sebagai awal untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.” (II Tim 2: 4-6)

Prinsip kehidupan sehingga kita menjadi orang yang berhasil, sehingga apa yang kita impikan tergenapi. Ayat diatas adalah Surat yang ditulis oleh Rasul Paulus kepada anak didiknya Timotius. Tiga gambaran yang Paulus pakai, yaitu: seorang Prajurit, Olahragawan, Petani, menggambarkan kehidupan orang Kristen. Kesamaan yang ada dalam ketiga figur itu mereka mempunyai kegigihan dan komitmen yang sama, untuk memulai apa yang dilakukan dan menyelesaikan apa yang sedang di kerjakan. Banyak orang Kristen yang tidak mendapatkan apa yang menjadi janji Tuhan, karena mereka tidak dengan gigih dan komitmen melakukan apa yang menjadi janji Tuhan sampai finish, sehingga tidak mendapat apa-apa. Dalam melewati titik balik, adalah sebuah keputusan untuk melakukan dengan komitmen sehingga tidak bisa mundur, melainkan akan terus jalan sampai pada tujuan, tidak ada perubahan pikiran tetapi terus sampai pada tujuan.

Prinsip-prinsip kehidupan yang harus kita pegang dan hidupi supaya apa yang kita rindukan, impikan dan cita-citaka tergenapi, yaitu melalui:

1. KOMITMEN PADA TUHAN

Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak(Maz. 37:5)

Komitmen akan membedakan antara seorang pemimpin dan pengikut. Mimpi merupakan sesuatu yang dahsyat, apalagi mimpi itu berasal dari Tuhan. Seorang yang mempunyai mimpi harus memiliki komitmen untuk menyelesaikan sampai finish. Komitmen memberikan hasrat dan kerinduan, tetapi jika hanya sekedar kerinduan tidak akan mencapai pada hasil yang sempurna, karena kerinduan harus disertai dengan tindakan dan usaha yang sungguh-sungguh. Hasrat dan kerinduan hanya bersifat sementara dan akan hilang, karena itu perasaan, oleh karena itu perlu komitmen.

“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” (Ibrani 12:2).

Tuhan selalu komitmen setiap keputusan yang dibuat-Nya, termasuk ketika Tuhan akan menyerahkan anak-Nya dalam Nama Tuhan Yesus untuk menebus dosa umat manusia.

2. KOMITMEN MENGUBAHKAN KERINDUAN MENJADI KEINGINAN

“Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” (Lukas 9: 57-58)

Komitmen memberikan hasrat dan kerinduan, tetapi jika hanya sekedar kerinduan tidak akan mencapai pada hasil yang sempurna, karena kerinduan harus disertai dengan tindakan dan usaha yang sungguh-sungguh. Hasrat dan kerinduan hanya bersifat sementara dan akan hilang, karena itu perasaan, oleh karena itu perlu komitmen. Tuhan Yesus memberikan pengajaran bahwa ketika kita mengikut Yesus, harus berani ambil keputusan sebagai komitmen. Janji menimbulkan pengharapan, tetapi komitmen akan menimbulkan kepercayaan. Orang yang komitmen tidak banyak alasan tetapi akan menyelesaikan setiap tugas dengan baik.

3. KOMITMEN AKAN MENYELESAIKAN SEGALA SESUATU

Semangat bisa membuat kita masuk dalam pernikahan, komitmen yang bisa membesarkan anak, semangat bisa membuka gereja, hanya komitmen yang bisa membuat jemaat dan gereja digembalakan. Semangat bisa membuat kita masuk kuliah, dan hanya komitmen yang membuat kita bisa menyelesaikan kuliah itu.

Perbaharui komitmenmu kepada Tuhan, maka kita akan mengalami pemulihan baik dalam pernikahan, pekerjaan, pelayanan dan segala aspek kehidupan kita, Karena Komitmen kepada Tuhan akan mengubah dan memperbaharui kehidupan kita. Lewati Titik Balik kehidupanmu dengan kembali berkomitmen kepada Tuhan, maka kita akan mendapat perkenananNya. Amin…

“TUHAN YESUS MEMBERKATI”

khotbah lain dari : Ps. Jose Carol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s