Pengamen Cilik

Posted: 2 April 2012 in Kesaksian, Renungan
Tags: , , , ,

Kesaksian Pengamen cilik Syalom Warga Sorga…

Pengamen cilik yang di pakai TUHAN YESUS secara luar biasa…

Dibawah ini merupakan kesaksian dari pendeta yang bernama Pdt. Wisnu.

Beberapa waktu yang lalu saya ada pelayanan untuk Youth di daerah Tangerang. Saya naik bus jurusan Tangerang pada siang harinya untuk menuju rumah kakak saya terlebih dulu karena pelayanan tersebut akan berlangsung sore hari. Didalam bus yang penuh sesak tersebut, masuk pula seorang pengamen cilik usia sekitar 7-8 tahun dengan berbekal kecrekan sederhana (mungkin dari tutup botol). Berbekal alat musik sederhana tersebut, dia nyanyikan lagu “YESUS Ajaib,TUHANku Ajaib…” (a song by Ir. Niko,red.) Dan kata-kata tersebut diulang terus menerus.

Hampir seluruh penumpang bus memarahi anak tersebut : “Diam kamu! Jangan nyanyi lagu itu lagi. Kalau kamu nggak diam, nanti saya pukul kamu!” Tapi ternyata anak tersebut tidak menanggapi kemarahan mereka dan dengan berani terus menyanyikan lagu tersebut.

Saya dalam hati berkata: “TUHAN, anak ini luar biasa. Kalau saya, belum tentu saya bisa berani melakukan hal tersebut”.

Karena bus akan melanjutkan perjalanan menuju tol berikutnya, di pintu tol menuju Serpong (kalau tidak salah), hampir 3/4 penumpang turun dari bus tersebut. Termasuk saya dan pengamen cilik tersebut. Anak kecil itu didorong hingga akhirnya jatuh. Kemudian dia bangkit lagi. Tapi dia didorong oleh massa hingga terjatuh lagi. Semua penumpang bus mengerumuni anak itu. Saya masih ada di situ dengan tujuan jika kemudian anak tersebut akan ditempeleng atau dihajar, saya akan berusaha untuk menariknya lari menjauhi mereka. Seluruh kerumunan itu baik pria maupun wanita menjadi marah. “Sudah dibilang jangan nyanyi masih nyanyi terus! Kamu mau saya pukul?” dan seterusnya, dan seterusnya.

Anak kecil itu hanya terdiam. Setelah amarah mereka mulai mereda, anak kecil itu baru berbicara. “Bapak-bapak dan Ibu- Ibu, jika mau pukul saya, pukul saja. Kalau mau bunuh, bunuh saja. Tapi yang Bapak dan Ibu perlu tahu, walaupun saya dipukul atau dibunuh saya tetap akan menyanyikan lagu tersebut.” Seluruh kerumunan menjadi terdiam sepertinya mulut mereka terkunci. Kemudian dia melanjutkan. “Sudahlah… Bapak, Ibu tidak perlu marah-marah lagi. Sini… saya doakan saja Bapak-bapak dan Ibu-ibu.” Dan apa yang terjadi, seluruh kerumunan itu didoakan satu per satu oleh anak ini. Banyak yang tiba- tiba menangis dan akhirnya mau menerima TUHAN.

Saya yang sadari tadi menyaksikan hal tersebut, kemudian pergi meninggalkan kerumunan tersebut. Saya melanjutkan naik mikrolet. Jalanan menjadi macet karena kejadian tersebut hingga mikrolet melaju dengan sangat lambat….

Sopir mikroletnya bertanya kepada saya. “Ada apa sih Pak? Kok banyak kerumunan?” Saya jawab. “O… Itu ada banyak orang didoakan oleh anak kecil.” Di saat mikrolet melaju dengan sangat pelan, tiba- tiba anak kecil pengamen itu naik mikrolet yang sama dengan saya. Saya kemudian bertanya kepada pengamen cilik itu. “Dik, kamu nggak takut dengan orang-orang itu?” Jawabnya si Pengamen cilik ini. “Buat apa saya takut? Roh yang ada dalam diri saya lebih besar dari roh apapun di dunia ini.” tuturnya mengutip ayat Firman Tuhan. Lanjutnya kata si Pengamen cilik tersebut “Bapak mau saya doakan? ” Saya terperanjat “Kamu mau doakan saya?” Jawabnya: “Ya kalau Bapak mau.” Saya menjawab, “Baiklah. Kamu boleh doakan saya.” Doanya, “TUHAN berkati Bapak ini. Berkati dan urapi Bapak ini jika sore nanti dia akan ada pelayanan Youth.” Sampai di situ, saya tidak bisa menahan air mata yang deras mengalir. Saya tidak peduli lagi dengan penumpang lain yang mungkin menonton kejadian tersebut. Yang saya tahu bahwa Tuhan sendiri yang berbicara pada anak ini, dari mana dia tahu saya akan ada pelayanan Youth sore ini.

Kesaksian ditutup sampai di situ dan dengan satu kesimpulan, jika kita mau, Tuhan bisa pakai kita lebih lagi. Bukan kemampuan tapi kemauan yang Tuhan kehendaki.

Kita sebagai anak Tuhan, harus punya keberanian luar biasa di akhir zaman ini untuk memberitakan nama “YESUS KRISTUS” kepada dunia. Jangan takut ataupun jangan malu mengakui YESUS di depan orang, menyaksikan firman-NYA. Dan nyatakanlah kemuliaanNYA melalui kita. Semoga kita menjadi seperti anak kecil, Kata Alkitab : Karena Merekalah Yang Empunya Kerajaan Sorga.

Maka YESUS memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.” (Matius 18 : 2 – 5)

AMIN

LORD JESUS BLESS YOU

Comments
  1. ika says:

    masa kecil hingga dewasa aku terlahir dilingkungan keluarga muslim, tapi entah mengapa setiap menjalankan sholat rasanya ada yg hampa seolah aku berdoa tanpa tujuan. Hingga akhirnya 15 tahun yg lalu aku memutuskan untuk menikah dengan seorang katholik. Calon suamiku berkata dia memberikan kebebasan aku untuk tetap memeluk agamaku meski kami menikah.Dalam kebimbangan itu, aku hanya mampu berdoa agar diberikan pencerahan. Memasuki puasa hari ke 4 , dalam mimpi aku merasa berada ditengah-tengah orang yg sedang sholat memakai mukena dan aku sendiri tidak memakainya, tiba-tiba bangunan itu runtuh, semuanya berlarian keluar sedangkan aku justru berlari menaiki tangga dan diatas yang kutemukan sebuah gereja. Aku berpikir itu hanya bunga mimpi. Esoknya kuteruskan puasa itu.Memasuki hari ke 7 kembali aku bermimpi samar – samar melihat seorang wanita melambaikan tanganya ditengah – tengah sebuah taman, dan aku menghampirinya, dan begitu dekat, kudapati bayangan wanita itu ternyata Bunda Maria dan memegang tanganku. Dalam mimpi itu aku menangis sejadi – jadinya. Sampai aku terbangun pun dalam keadaan menangis. Sejak saat itu aku semakin yakin , ini panggilan Tuhan Yesus, dan kuputuskan untuk menjadi umatNya meskipun begitu banyak rintangan dan cemooh yang datang , tapi itu semakin menguatkan imanku. Terpujilah Engkau Tuhanku … Yesus.Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s