BERPEGANGLAH TEGUH PADA IMAN KITA

Posted: 25 April 2010 in Renungan
Tags: , , ,
Ibrani 3:14 “Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.”

Suatu hari, ketika kami baru pulang dari menghadiri acara baptisan di rumah salah seorang jemaat kami yang memang memiliki kolam renang pribadi di rumahnya yang sangat besar dan mewah, tiba-tiba anak saya yang besar, Jonathan mengeluarkan pendapat demikian,”Mami..aku rasa, sebagus-bagusnya rumah itu, pasti untuk anaknya yang kecil itu, karena dia sudah sedari sejak dia kecil tinggal disitu, satu waktu tetap akan merasa bosan dengan rumahnya itu dan tidak akan menganggapnya istimewa lagi.”

Saat mendengarnya saya hanya menggumam kecil menanggapinya. Tetapi otak saya berputar dan mulai berpikir, merenungkan kata-katanya.  Ya, benar juga. Sesuatu yang sudah kita lihat dan kita miliki sejak semula, apalagi tanpa perjuangan untuk memperolehnya, biasanya akan menjadi satu hal yang sangat biasa dan kita tidak akan terlalu menghargainya lagi. Bahkan kita akan merasa bosan dan cenderung membandingkannya dengan milik orang lain. Labih parahnya lagi, seringkali milik orang lain itu akan tampak jauh lebih menarik dibandingkan dengan apa yang kita punya itu.

Anak saya yang masih kecil mengeluarkan pendapat yang tepat, sebuah karakter yang dimiliki oleh hampir setiap orang.

Itulah sebabnya, terkadang, sebuah keselamatan yang Tuhan tawarkan pun seringkali menjadi satu hal yang tidak terlalu dihargai, karena kita bisa memperolehnya tanpa kerja keras, tanpa satu perjuangan. Banyak orang menganggap “keselamatan Tuhan Yesus” itu suatu benda murahan yang tidak menarik karena terlalu mudah mendapatkannya. Banyak orang pikir, kalau hanya cukup dengan ‘percaya’ kepada Tuhan Yesus maka kita bisa masuk surga, itu terlalu gampang dan tidak menarik sama sekali.

Dan begitu juga bagi sebagian orang, yang mendapatkan keselamatan itu sejak masih sangat muda, dan sudah lama ‘tinggal’ di dalamnya, kadang mereka merasa jenuh dan tidak lagi terlalu menghargainya. Keselamatan itu menjadi seperti sebuah rumah mewah dengan segala perlengkapannya yang mewah, tapi bukan lagi suatu benda yang bisa dibanggakan karena sudah terlalu terbiasa dengannya. Dan kejenuhan itu seringkali menuntun banyak orang percaya keluar dari dalamnya.

Kolose 2:7 “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”

Sekalipun kita jenuh dan merasa begitu terbiasa dengan segala kebaikan yang sudah kita miliki, saya rasa semua akan setuju kalau saya katakan betapa bodohnya dia yang mau meninggalkan kebaikan itu. Setiap orang pasti akan setuju dengan nasihat untuk tetap teguh dengan apa yang anak tadi miliki, bahkan lakukan lebih lagi untuk mengalami kenaikan tingkat lagi dalam hidupnya.

Itulah yang Tuhan mau ingatkan kepada kita. Mengapa harus melepaskan keselamatan dan tidak menghargainya hanya karena kita merasa jenuh dan merasa terlalu banyak batasan yang Tuhan berikan? Justru sebaliknya, semakin teguhlah dan berakar kuat dalam Tuhan agar batas itu terus naik dan berkembang, sampai satu waktu kita akan melihat betapa besarnya kekayaan yang kita miliki dalam Tuhan itu. Dan betapa beruntungnya kita yang ada dalam pagar keselamatan itu. Amin. (SG)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s