KARYAWAN ATAU WIRASWASTAWAN???

Posted: 20 September 2009 in Kita Harus Tahu

Kalau kita tanyakan kepada fresh graduate yang baru bekerja, kenapa sih kamu bekerja di perusahaan ini? Maka sebagian besar akan menjawab, ya… yang penting gue kerja dulu. Dapat duit dan bisa beli ini beli itu. Motivasinya adalah uang. Ok-lah…, Masih bisa dimaklumi!

Tapi coba kita tanyakan kepada mereka yang sudah bekerja sekian lama terus pindah kerja lagi, kenapa sih kamu pindah kerja terus menerus ? Bukannya perusahaan ini sudah bagus buat kamu ? Kembali, sebagian besar jawabanya adalah karena di perusahaan baru gajinya lebih tinggi atau jabatannya naik. Sebagian lagi menjawab karena sudah gak cocok dengan perusahaan lama atau sama boss-nya.

Inilah pola pikir kebanyakkan pekerja atau karyawan sekarang ini. Pendekatan yang salah sama sekali. Lho… kok salah? Begini ceritanya.

Setiap kita diciptakan Tuhan dengan maksud tertentu. Karena itu kita dibekali bakat dan talenta yang berbeda-beda yang baru berupa potensi. Potensi ini bisa menjadi kompetensi, kalau dilatih terus dengan tekun. Kompetensi inilah yang membentuk kemampuan seseorang.

Kompetensi membuat orang bekerja dengan confident. Potensi membuat orang bekerja dengan passion. Dua hal ini saja masih belum cukup! Orang memerlukan hikmat, yaitu Fear of  The Lord, agar orang bekerja dengan attitude yang baik. Rajin, jujur, disiplin dan seterusnya… inilah cikal bakal keberhasilan hidup kita di dunia ini.

Apa itu keberhasilan? Apa itu sukses? Bagi saya, sukses adalah pencapaian seseorang terhadap tujuan yang telah Tuhan tetapkan buat hidupnya. Kunci keberhasilan bukanlah berapa banyaknya uang atau harta yang kita kumpulkan. Kunci keberhasilan berawal dari pengenalan kita terhadap rencana Tuhan bagi hidup kita, lalu mengarahkan segenap potensi dan kompetensi kita kepada rencana tersebut, agar mencapai puncak-puncak tertinggi tujuan Tuhan. Inilah letak keberhasilan sekaligus kebahagiaan hidup kita!

Jika kita mengerti hal ini, maka untuk menjawab pertanyaan pada judul tulisan ini menjadi lebih mudah. Lebih baik bekerja atau berwiraswastawan???

Saya akan membahas dahulu tentang berwiraswata. Untuk berwirawasta atau menjadi enterpreneur, seseorang harus memiliki 3 kunci yaitu inspirasi, motivasi dan kepekaan.

Inspirasi seringkali muncul dalam bentuk sebuah visi. kemampuan melihat sebuah kesempatan, ide-ide spesifik yang belum ada di marketplace. Untuk merealisasikan visi itu, harus punya blueprint yang jelas. Meskipun mungkin detilnya masih belum lengkap, tapi cukup flesibel dan bisa terus berkembang.

Sang enterprenuer harus punya motivasi, yaitu enthusiastic passion. Dengan semangat pantang menyerah dan determinasi yang tinggi, sang enterprenuer mengembangkan strategi untuk merealisasikan visinya. Lalu dengan penuh tanggung jawab membuatnya jadi sukses.

Pengusaha harus punya kepekaan. Berani ambil resiko yang terukur (prudent risks). Mereka menghitung biaya, potensi pasar dan meyakinkan orang lain untuk bergabung dengannya. Karena itu pengusaha haruslah orang yang berpikir positif dan seorang mengambil keputusan, bukan follower.

Nah, apakah anda memiliki karakter seperti di atas? Jika tidak, lebih baik anda bekerja menjadi karyawan saja. Tidak salah juga sih. Sebab untuk bekerja sebagai karyawan yang ok, juga tidak mudah. Minimal diperlukan 3 hal yang lain yaitu kemampuan, kerajinan, dan ketuntasan agar dapat menghasilkan kinerja yang baik yang diharapkan perusahaan.

Bicara soal kemampuan kembali bicara soal kompetensi. Kompetensi terdiri dari S-K-A: Skill (keahlian), Knowledge (pengetahuan) dan aptitude (bakat). Mestinya pekerjaan kita harus sesuai dengan kompetensi kita. Ini yang disebut dengan the right man at the right place. Jika tidak, banyak pemborosan akan terjadi, dan ridak ada yan win-win. Yang jelas, anda akan terlihat bodoh karena bukan kompetensinya. Smart people is a right man at right place. ini yang disebut dengan “kerja cerdas“.

Kedua, tidak cukup hanya kemampuan saja. Kompetensi cuma menjawab pertanyaan: Kamu bisa apa? Perlu hal kedua yaitu kerajian. Karyawan harus bekerja dengan rajin dan tekun. Tidak ada pemilik yang mau melihat karyawannya malas-malasan. Apalagi sampai 7 L: lemas, lemah, lesu, letih, loyo, lunglai dan letoi. Alama… itu mah… tinggal menunggu hari penghakiman saja alias di pecat gitu loh…. Sebagai karyawan, anda harus “kerja keras“.

Dan terakhir, anda harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan kepada anda. Ini prinsip ketuntasan. Artinya kita harus bekerja semaksimal mungkin sampai tujuannya tercapai. Sampai pekerjaannya selesai. Sampai misinya terpenuhi. Jika tidak, kita bukanlah memuliakan nama Tuhan. Ini yang disebut dengan “kerja tuntas“.

Dengan demikian, sebagai karyawan paling tidak kita harus memiliki 3 kartu AS yaitu Kerja CerdAS-Kerja KerAS-Kerja TuntAS. Apakah anda memiliki ketiga hal ini?

Kalau kita bandingkan antara karateristik pengusaha dan kateristik karyawan, tidak ada yang mudah. Pengusaha punya kesulitannya sendiri, begitu juga karyawan. Jadi masalahnya kembali bukan pada pilihan itu. Tetapi pada panggilannya. What is your calling?

Seba yang penting bukanlah menjadi pengusaha atau karyawannya. Yang penting adalah apakah pekerjaan kita itu merupakan jalan untuk menggenapkan rencana Tuhan melalui hidup kita atau tidak? Andalah yang memutuskan.

Comments
  1. salam…Artikel yang bagus, terutama untuk karyawan seperti saya..boleh juga memotivasi nih..hehe..
    Kata salahs atu tokoh Favoritku… :(kalau tidak salah kutip)
    “Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah, jadi mana yang harus kupilih aku tidak tahu…”
    Selamat berkarya, salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s